JAKARTA – Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 yang digelar di ITC Cempaka Mas, Jakarta, Minggu (20/9/2026), menjadi ajang pencarian sekaligus pembinaan talenta muda Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Pembina Model Indonesia (YAPMI) bersama Majalah Model Indonesia tersebut tidak hanya berfokus pada modeling, tetapi juga membuka peluang pengembangan bakat ke dunia film dan industri kreatif.
Para finalis mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang, mulai dari modeling, pembawa acara atau MC, musik, seni peran hingga perfilman.
Ketua Umum YAPMI Iwan Masse Setiawan mengatakan, Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan talenta muda agar peserta dapat mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.
“Anak-anak ini bukan hanya dilatih menjadi model. Mereka juga bisa menjadi MC, penyanyi, pemain film dan mengembangkan bakat-bakat lainnya,” ujar Iwan.
Menurut Iwan, peserta yang memiliki potensi dapat memperoleh kesempatan mengikuti program pembinaan lanjutan serta berpeluang masuk ke berbagai kegiatan di industri hiburan dan perfilman.
YAPMI Siapkan Sekolah Film Gratis untuk Talenta Muda
Pengembangan talenta melalui Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga diarahkan ke bidang perfilman. YAPMI tengah menyiapkan program sekolah film yang direncanakan memberikan pelatihan gratis selama tiga bulan bagi peserta angkatan pertama. Pelatihan tersebut direncanakan berlangsung setiap Sabtu. Peserta yang menyelesaikan program akan mendapatkan sertifikat. Harapannya mereka bisa bekerja di produksi-produksi nasional bahkan internasional,” kata Iwan.
Program sekolah film tersebut diharapkan dapat memperkenalkan peserta pada proses produksi film sekaligus memberikan pemahaman mengenai berbagai profesi dalam industri perfilman.
Finalis Cover Girl, Boy & Kids 2026 Berpeluang Ikut Casting Film
YAPMI juga mengembangkan PPI YAPMI Film Produksi sebagai bagian dari rencana pengembangan proyek film. Peserta Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 yang dinilai memiliki potensi nantinya dapat mengikuti proses seleksi dan casting untuk kebutuhan produksi film.
“Hubungannya nanti anak-anak ini yang kami seleksi untuk main film tersebut,” ujar Iwan.
Dengan adanya program tersebut, proses pembinaan peserta diharapkan tidak berhenti setelah grand final. Peserta masih dapat mengikuti kegiatan lanjutan berdasarkan bakat dan minat yang dimiliki.
Film “Im Gotes Name Tu Betraten Papua” Angkat Sejarah Papua
Salah satu proyek perfilman yang dikembangkan YAPMI adalah film “Im Gotes Name Tu Betraten Papua” yang mengangkat tema sejarah Papua. Eksekutif Produser, Rudy Darmawanto, mengatakan film tersebut membawa pesan mengenai sejarah, perjuangan, kemanusiaan, kebhinekaan dan toleransi antar umat beragama. Cerita film terinspirasi dari perjalanan sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan Papua dan Kesultanan Tidore. “Film ini ingin memberikan pesan bahwa sesungguhnya founding father kita memberikan contoh yang baik bagaimana Sultan Tidore memberikan fasilitas kepada manusia untuk menyebarkan agama di Papua,” ujar Rudy.
Rudy mengatakan proses produksi akan tetap mempertahankan benang merah sejarah, sementara pengembangan cerita masih dimungkinkan selama proses produksi berlangsung. Saat ini, tim produksi tengah melakukan persiapan casting dan penjajakan terhadap sejumlah aktor serta artis senior. Para peserta Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga berpeluang mengikuti proses seleksi untuk terlibat dalam proyek film tersebut.
“Film ini adalah tontonan bagi semua anak bangsa. Ini contoh bagi sebuah pergaulan, toleransi dan keberagaman. Kita tidak perlu melihat latar belakang orang, tetapi semua anak manusia harus saling membantu,” kata Rudy.
Oka Sugawa Jadi Juri, Pernah Ikut Majalah Model Indonesia.
Aktor senior Oka Sugawa hadir sebagai salah satu dewan juri Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026. Oka memiliki hubungan dengan perjalanan Majalah Model Indonesia karena pernah menjadi finalis pada 1993. “Saya dari finalis Majalah Model di tahun 1993. Sebagai salah satu dewan juri, saya senang dengan gelaran acara ini karena bisa mencari bibit muda di seluruh Nusantara untuk fashion show, akting, menyanyi,” ujar Oka. Oka juga menyebut keterlibatannya dalam sejumlah kegiatan YAPMI di berbagai daerah, termasuk Papua, Makassar dan Kalimantan.
Harry De Fretes Apresiasi Talenta dari Berbagai Daerah
Dewan juri Harry De Fretes turut memberikan perhatian terhadap peserta yang berasal dari berbagai daerah.
Harry mengaku telah mengenal perjalanan YAPMI sejak dekade 1990-an. Menurutnya, ajang Cover Girl, Boy & Kids menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat. “Saya senang bisa menjadi dewan juri di ajang pemilihan Cover Boy, Cover Girl dan Cover Kids yang digelar di ITC Cempaka Mas,” ujar Harry. Ia juga mengapresiasi keberagaman asal peserta. “Amazing, karena talentnya banyak yang dari daerah dan bagus-bagus,” katanya.
YAPMI Dorong Pembinaan Generasi Muda dan Pencegahan Narkoba
Selain pengembangan bakat, YAPMI memasukkan unsur pendidikan karakter dalam program pembinaan generasi muda. Pembina YAPMI Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi, S.PB., FICS., DFM., mengatakan dirinya telah mendukung kegiatan pembinaan YAPMI selama sekitar 20 tahun. “Kami membina anak-anak untuk sukses, bukan hanya arti cantik dan adu ganteng, tetapi juga supaya bebas dari bahaya narkoba,” kata Victor. Menurut Victor, generasi muda perlu mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkoba serta pendidikan moral dan agama.
YAPMI Academy juga menjadi salah satu wadah yang dikembangkan untuk mendukung pendidikan dan pembinaan talenta muda.
Kak Seto: Setiap Anak Memiliki Potensi
Psikolog anak Seto Mulyadi atau Kak Seto turut memberikan perhatian terhadap keterlibatan anak-anak dalam Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026. Menurutnya, panggung pengembangan bakat dapat menjadi ruang bagi anak untuk membangun rasa percaya diri dan mengembangkan potensi, dengan tetap memperhatikan hak anak untuk tumbuh dan berkembang. “Setiap anak bisa menjadi apa pun untuk sukses. Bukan hanya menjadi model. Setiap anak harus percaya diri dan bangga pada dirinya sendiri,” ujar Kak Seto. Ia juga mengingatkan agar anak tidak diberikan stigma negatif. “Semua anak hebat dan itu harus dihargai,” katanya.
40 Tahun Majalah Model Indonesia
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga menjadi bagian dari perjalanan 40 tahun Majalah Model Indonesia dalam mencari dan membina talenta muda.
Majalah Model Indonesia pada awalnya berbentuk tabloid sebelum berkembang menjadi majalah pada 1986. Sejak itu, pemilihan Cover Boy dan Cover Girl menjadi salah satu bagian dari perjalanan pencarian talenta. Seiring perkembangan teknologi dan perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi, Majalah Model Indonesia kini turut bertransformasi ke platform digital.
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 Hadirkan Busana dan Workshop Kecantikan
Selain penampilan para finalis, Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 juga menghadirkan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan industri kreatif. Brand nowme.clothing, dari desainer Annisa F. Agrin, menampilkan koleksi busana bertema back to nature. Konsep tersebut disebut terinspirasi dari YAPMI.
Sementara itu, dokter spesialis dermatologi, venereologi dan estetika dr. Suci Budhiani, Sp.DVE., memberikan workshop mengenai perawatan kulit dan penampilan kepada para finalis. Pembekalan tersebut diberikan untuk membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan kulit dan penampilan dalam dunia modeling dan industri hiburan.
Daftar Peserta Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 menghadirkan tiga kategori peserta, yakni Cover Kids, Cover Boys dan Cover Girls.
Cover Kids
Juara 1 No. 23 Adreena Mikhayla Pouran Ancary
Juara 2 No. 16 Khaylila Zhafira Maulidya
Juara 3 No. 7 Nafisha Amelia Akbar
Juara Favorite No. 11 Davina Leona Zhanecha
Juara Talent No. 20 Kalyana Agatha Ramli
Juara Friendship No.22 Anindita Kharisma Putri
Juara Photogenic No.11 Davina Leona Zhanecha
Cover Boy
Juara 1 No. 21 Muhammad Syamsul Islam
Juara 2 No. 6 Muhammad Iqbal Arrafiqi
Juara 3 No. 19 Arthur Ebenetty Louis Gillet
Juara Favorite No. 4 Arsakha Virendra
Juara Talent No. 17 Alvin Zavier Firdaus
Cover Girl
Juara 1 No. 35 Prada Aisyah Esa Asmoro
Juara 2 No. 26 Chilla Jonita
Juara 3 No. 34 Margareth Nathania Siambaton
Juara Favorite No. 34 Margareth Nathania Siambaton
Juara Talent No. 28 Dewinda Trianah
Juara Friendship No.31 Gratiana Febe Hasiholan
Juara Photogenic No.33 Jesslyn Christabel
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 Jadi Ruang Pengembangan Talenta
Grand Final Cover Girl, Boy & Kids 2026 menjadi bagian dari upaya YAPMI memperluas pembinaan generasi muda ke berbagai bidang industri kreatif.
Selain modeling, peserta diperkenalkan dengan dunia pembawa acara, musik, seni peran dan perfilman.
Bagi penyelenggara, grand final bukan menjadi akhir perjalanan peserta. Ajang tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah awal bagi generasi muda untuk mengenali kemampuan, membangun kepercayaan diri dan memperoleh kesempatan mengembangkan bakat di dunia industri kreatif.
